Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan ladang ganja seluas empat hektare di Dusun Cot Lawatu, Desa Sawang, Kecamatan Sawang (Antara)

"Ganja ditukar dengan cengkeh, kopi, lada, vanili, dan jenis rempah-rempah lainnya," kata dia.

Selama beratus tahun, ganja dimanfaatkan oleh masyarakat Nusantara untuk kepentingan ritual, pengobatan, bahan makanan dan pertanian. Masyarakat Aceh, kata Inang, yang paling aktif memanfaatkan ganja dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Dia melanjutkan, kata ganja tertulis dalam bab pengobatan di manuskrip kitab kuno Tajul Muluk di Aceh. Kitab ini adalah bukti awal yang telah terkonfirmasi tentang jejak ganja dan penggunaannya di Indonesia.

Seorang kurir narkoba jenis ganja di Gayo Lues, Aceh, tewas. Dia meregang nyawa usai lompat ke jurang saat dikejar polisi (Antara)

Dilansir dari laman resmi Lingkar Ganja Nusantara (LGN), Kitab Tajul Muluk adalah sebuah naskah kuno yang berasal dari Arab. Kitab itu dibawa masuk ke Aceh oleh saudagar dan pedagang dari Persia serta Negeri Rum  sekitar abad ke-16.

Naskah asli dari manuskrip kuno tersebut awalnya adalah tulisan tangan dengan menggunakan huruf dan bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Melayu.

Ganja juga digunakan oleh masyarakat Aceh itu untuk bumbu penyedap rasa masakan dan menambah nafsu makan. Ganja, biasanya untuk kuah beulangong, kari kuah bebek, bubur rempah bernama ie bu peudah dan makanan rempah lain.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network