2 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Hibrida di Aceh Ditahan

Medi Arjuna ยท Jumat, 19 November 2021 - 15:27:00 WIB
2 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Hibrida di Aceh Ditahan
Kejari Aceh Tenggara resmi menahan dua dari empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung hibrida (Medi Arjuna/MNC Portal))

ACEH TENGGARA, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara resmi menahan dua dari empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung hibrida. Dugaan korupsi itu terjadi di dinas pertanian Aceh Tenggara tahun 2020.

Empat orang ditetapkan sebagai dalam kasus tersebut yakni mantan Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara AB, pejabat pembuat komitmen (PPK) SP, kemudian KN yang pada saat itu menjabat sebagai Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Aceh Tenggara serta KP selaku kontraktor pelaksana.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Syaifullah didampingi Kasi Pidsus Dedet Darmadi dan Kasi Intel Saiful Bahri Lembong mengatakan, dua dari empat orang tersangka pada kasus pengadaan benih jagung di distan Aceh Tenggara tahun 2020 resmi ditahan oleh pihak kejaksaan usai menjalani pemeriksaan selama beberapa jam lamanya.

"Ditahan dua orang tersangka, yakni, pejabat pembuat komitmen (PPK) SP serta KP selaku kontraktor pelaksana" Kata Saifullah, Jumat (19/11/2021). 

Saifullah melanjutkan, tersangka AB, juga telah diperiksa beberapa hari lalu di Banda Aceh.

Seperti diketahui AB Saat ini telah resmi ditahan oleh penyidik Polda Aceh dalam kasus yang berbeda.  Sementara itu tersangka KN belum datang untuk memenuhi panggilan kejaksaan dan pihak kejaksaan telah melayangkan  surat panggilan sebanyak 3 kali. 

Atas kasus tersebut dua tersangka itu akan disangkakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaiman diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo UU nomor 55 ayat 1 ke satu KUHPidana.

Menurut Syaifullah, dari laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) atas kasus pengadaan benih jagung oleh Badan Pengawasa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Aceh pada 5 November 2021 lalu kerugian diperkirakan sebesar Rp 921. 366.795.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: