5 Fakta Masjid Baiturrahman Aceh, Berdiri Kokoh saat Dilanda Gempa Dahsyat dan Tsunami

Amelia Ayu Aldira ยท Sabtu, 24 September 2022 - 14:30:00 WIB
5 Fakta Masjid Baiturrahman Aceh, Berdiri Kokoh saat Dilanda Gempa Dahsyat dan Tsunami
Fakta Masjid Baiturrahman Aceh, terletak di jantung Kota Provinsi Aceh tetap berdiri kokoh saat dilanda tsunami. (Foto: Antara).

ACEH, iNews.id - Fakta Masjid Baiturrahman Aceh, terletak di jantung Kota Provinsi Aceh. Masjid Raya Baiturrahman dengan bangunan megahnya sangat terkenal di Indonesia.

Masjid yang memiliki sejarah panjang itu merupakan monumen  dari perkembangan Islam di Nusantara. Selain itu juga menjadi saksi bisu sejarah panjang tanah Aceh dan perjuangan masyarakatnya yang konon telah menjadi muslim sejak abad pertama Hijriah.

Masjid Raya Baiturrahman menjadi masjid pertama yang dibangun ketika Aceh berada di puncak kejayaannya pada era Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Iskandar Muda merupakan sultan yang mempunyai minat besar untuk mendirikan masjid atau rumah ibadah, pesantren dan sebagainya. 

Masjid tersebut dibangun di atas lahan lebih dari empat hektare dan berarsitektur indah serta unik. 

Berikut fakta Masjid Baiturrahman Aceh:

1. Sejarah Masjid Raya Maiturrahman

Aslinya dibangun pada 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Ada juga yang menyebutkan dibangun lebih awal pada 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah. 

Pada masa kolonial Hindia Belanda menyerang Kesultanan Aceh, yakni 10 April 1873, masyarakat Aceh menggunakan Masjid Raya sebagai benteng pertempuran dan menyerang pasukan Royal Belanda dari dalam masjid. 

Perjuangan masyarakat Aceh dilawan pasukan Royal Belanda dengan menembakkan suar ke atap masjid yang terbuat dari jerami hingga terbakar. 

Usai kejadian itu, kemudian Jenderal Van Swieten berjanji kepada pemimpin lokal akan membangun kembali Masjid Baiturrahman dan menciptakan tempat yang hangat sebagai permintaan maaf.

Upaya ini dilakukan Belanda untuk mengurangi kemarahan masyarakat Aceh yang semakin memuncak setelah pembakaran tersebut.

Pada 9 Oktober 1879 Belanda membangun kembali Masjid Baiturrahman. Konstruksi dimulai pada 1879, ketika batu pertama diletakkan oleh Tengku Qadhi Malikul Adil yang kemudian menjadi imam pertama di Masjid Raya baru tersebut.
 
Pembangunan diselesaikan pada 27 Desember 1881 pada masa pemerintahan Sultan terakhir Aceh, Muhammad Daud Syah. Banyak orang Aceh yang awalnya menolak untuk beribadah di Masjid Raya Baiturrahman yang baru karena dibangun oleh orang Belanda yang dinilai sebagai musuh mereka. 

Dahulu, Masjid Raya Baiturrahman hanya memiliki satu kubah dan satu menara. Kubah-kubah dan Menara-menara ekstra baru ditambahkan pada 1935, 1958 dan 1982. 

Sekarang Masjid Baiturrahman memiliki tujuh kubah dan delapan menara, termasuk yang tertinggi di Banda Aceh. Selain itu Masjid Raya Baiturrahman kini menjadi kebanggaan Masyarakat Aceh.

2. Berdiri Kokoh Saat Dilanda Tsunami

Genpat dahsyat disusul tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Bencana alam tersebut menghancurkan ribuan rumah hingga gedung. Selain itu masyarakat Aceh banyak yang meninggal dunia digulung gelombang tsunami.

Kejadian ini menyadarkan masyarakat Aceh akan kekuasaan Allah SWT. Setelah kejadian itu, mereka semakin mendekatkan diri terhadap sang pencipta.

Tsunami dengan ketinggian mencapai 15-30 meter itu menghancurkan kota Aceh. Namun, ada keajaiban meski bangunan di sekelilingnya hancur diterpa tsunami, Masjid Baiturrahman tetap berdiri kokoh. Hanya mengalami beberapa retakan pada bagian dinding.

Masjid tersebut seolah hanya dilewati oleh air tsunami. Bahkan, banyak masyarakat yang berlindung di masjid tersebut saat terjadi gelimbang tsunami.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: