Dilema Pedagang di Ulee Lheu, Dukung Kebijakan Wali Kota tapi Kehilangan Omzet

Taufan Mustafa ยท Selasa, 15 Juni 2021 - 10:01:00 WIB
Dilema Pedagang di Ulee Lheu, Dukung Kebijakan Wali Kota tapi Kehilangan Omzet
Pedagang di lokasi wisata Pantai Ulee Lheu hanya bisa pasrah mengikuti kebijakan pemerintah menutup dan membatasi tempat wisata. Kota Banda Aceh menutup tempat wisata karena kembali masuk zona merah pada Juni 2021. Foto: iNews.id/Taufan Mustafa

BANDA ACEH, iNews.id - Kebijakan Wali Kota Banda Aceh menutup sejumlah lokasi wisata mendapat dukungan banyak pihak. Tak terkecuali pedagang yang bergantung hidup dari lokasi wisata itu.

Salah satu pedagang di lokasi wisata Pantai Ulee Lheu, Jumiati, mengakui sudah kesulitan untuk mendapat nafkah karena Pemkot Banda Aceh memutuskan untuk menutup pantai pada Sabtu-Minggu dan membatasi kegiatan selama Senin-Jumat. Namun dia harus mendukung kebijakan tersebut.

"Ya kita ikuti peraturan kalau tidak boleh jualan ya tidak boleh. Kalau boleh ya kita jualan lagi. Kalau tidak boleh ya kita tutup sementara," kata Jumiati, Senin (16/4/2021).

Jumiati mengaku mengandalkan wisata Pantai Ulee Lheu dalam 13 tahun terakhir ini atau sejak dia memutuskan merantau dari Aceh Tamiang. Dia menghidupi anak-anaknya dengan cara berdagang.

Pada hari-hari kerja, Jumiati sering menerima tamu dari kota. Sedangkan pada akhir pekan dia menerima tamu dari luar kota yang kebanyakan anak muda.

"Belakangan ini memang sepi sekali, hancur," ujarnya.

Jumiati membuka warung tepat di bibir pantai. Dia melayani pelanggan yang mau membeli kopi atau makanan cepat saji.

Dia berharap ada kelonggaran kebijakan dari pemerintah untuk meringangkan beban para pedagang. Kalaupun pemerintah memiliki pandangan lain, dirinya siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk. 

"Sekarang ini pantai ditutup tergantung pengunjung. Kalau pengunjung membeludak ditutup," tuturnya.

Banda Aceh menutup atau membatasi tempat wisata karena masih berstatus zona merah. Pemkot memutuskan untuk memperketat semua tempat yang berpotensi terjadi kerumunan.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: