Keluarga Amir Sudah 10 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot di Kawasan Rawan Banjir Aceh Besar

Taufan Mustafa ยท Kamis, 15 Juli 2021 - 18:17:00 WIB
Keluarga Amir Sudah 10 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot di Kawasan Rawan Banjir Aceh Besar
Amir ZR (60) bersama seorang istri dan tujuh orang anaknya menempati gubuk reyot di Dusun Cot Rangkang, Desa Gue Gajah, Darul Imarah, Aceh Besar. Setiap tahun Amir sekeluarga mengalami bencana banjir. Foto: iNews.id/Taufan Mustafa

ACEH BESAR, iNews.id - Amir ZR (60) bersama seorang istri dan tujuh orang anaknya menempati gubuk reyot kecil di Dusun Cot Rangkang, Desa Gue Gajah, Darul Imarah, Aceh Besar. Kawasan tersebut merupakan daerah rawan banjir di Aceh Besar.

Amir sekeluarga ikut mengungsi ke meunasah ketika banjir melanda kawasan tersebut pada Jumat (9/7/2021). Ketika air sudah surut dalam dua hari ini, mereka kembali ke gubuk dan berupaya menyelamatkan ijazah anak.

"Yang kami khawatirkan barang berharga ijazah anak sekolah dan pakaian anak-anak sekolah," ujar Amir, Kamis (15/7/2021).

Amir mengakui rumahnya merupakan yang paling kumuh di kawasan tersebut. Dia sudah menetap di wilayah itu hampir 10 tahun.

Meskipun air belum berangsur surut, Amir memilih untuk memboyong keluarganya kembali ke rumah. Mereka membersih-bersihkan rumah reyot yang setiap tahun selalu kebanjiran.

Keluarga Amir tidak berharap bakal menerima bantuan dari pemerintah Aceh. Sebab mereka paham untuk mendapatkan rumah tinggal layak huni harus memiliki tanah atau lahan sendiri.

Perangkat desa setempat sudah pernah mengusulkan rumah layak huni kepada keluarga ini. Namun hal tersebut tidak bisa terealisasi lantaran adanya ketentuan kepemilikan lahan itu.

Kehidupan keluarga Amir mewakili 833,91 ribu masyarakat miskin di Aceh yang hidup susah berdasarkan data BPS pada September 2020. Meskipun memiliki dana otsus dan APBA 2021 sebesar Rp17 triliun Aceh tetap menjadi provinsi termiskin di Sumatera.

Editor : Erwin C Sihombing