Lewat TPID, Pemkab Aceh Barat Berhasil Turunkan Angka Inflasi hingga 0,62 Persen

Anindita Trinoviana ยท Jumat, 02 Desember 2022 - 15:17:00 WIB
Lewat TPID, Pemkab Aceh Barat Berhasil Turunkan Angka Inflasi hingga 0,62 Persen
Pj Bupati Aceh Barat Mahdi dalam rapat perkembangan inflasi daerah November 2022. (Foto: Pemkab Aceh Barat)

MEULABOH, iNews.id - Setelah adanya aksi konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama stakeholder lainnya, angka inflasi Kota Meulaboh pada November 2022 berhasil diturunkan (deflasi) month to month (mtm) sebesar 0,62 persen.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Mahdi, dalam rapat perkembangan inflasi daerah November 2022 yang dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat, serta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait di ruang rapat Bupati, Kamis (1/12/2022). 

Pj Bupati Mahdi menuturkan, deflasi di Kota Meulaboh terjadi karena adanya penurunan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, di mana andil deflasi tertinggi diberikan oleh kelompok makanan. 

Kota Meulaboh, kata dia, menjadi kota dengan deflasi tertinggi yakni sebesar 0,62 persen dibandingkan dengan Kota Banda Aceh sebesar 0,11 persen, dan Kota Lhokseumawe sebesar 0,36 persen tuturnya. 

Lanjutnya, beberapa komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap deflasi month to month Kota Meulaboh antara lain, cabai merah sebesar 0,2092 persen, ikan kembung sebesar 0,1669 persen, ikan dencis sebesar 0,1640 persen, ikan tuna sebesar 0,0463 persen dan udang basah sebesar 0,0381 persen. 

Menurutnya, pasar murah dan operasi pasar yang selama ini telah dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat memberikan andil besar dalam menurunkan angka inflasi di Kota Meulaboh. Untuk itu, pada Desember, harga yang mulai turun ini harus bisa dijaga karena dikhawatirkan di Desember dan Januari, pergerakan harga sangat cepat terutama untuk barang-barang yang dipasok dari Sumatra Utara.

Hal ini dikarenakan, pada bulan tersebut akan ada libur Natal dan tahun baru yang menyebabkan pasokan barang ke Aceh Barat menjadi terbatas. 

"Apalagi di Aceh, ada tradisi Maulid yang membuat permintaan pasar tinggi, jadi pasokan harus kita jaga agar harga barang bisa tetap stabil," tutur Mahdi. 

Editor : Anindita Trinoviana

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsAceh di Google News

Bagikan Artikel: