Peran Penting Aceh Dalam Kemerdekaan Indonesia, Salah Satunya Patungan Beli Pesawat

Donald Karouw ยท Sabtu, 19 Maret 2022 - 11:24:00 WIB
Peran Penting Aceh Dalam Kemerdekaan Indonesia, Salah Satunya Patungan Beli Pesawat
Dakota RI-001 Seulawah, pesawat angkut pertama milik Republik Indonesia yang dibeli dari patungan rakyat Aceh di masa perjuangan kemerdekaan. (Foto: Arsip Nasional RI)

2. Aceh daerah modal

Aceh menjadi daerah modal pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan karena pada masa itu tidak tersentuh penjajahan Belanda. Daerah Aceh dijadikan pangkalan produksi dan ekspor impor yang hasilnya dijadikan modal perjuangan untuk wilayah Jawa dan daerah lain yang dilanda perang)

Rakyat Aceh juga mengumpulkan serta menyumbang harta pribadi mereka untuk Indonesia. Selain itu menyumbangkan senjata, makanan, pakaian dan lain-lain untuk membantu perjuangan menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan di Sumatera Timur. Pada tahun 1948 rakyat Aceh telah mengirimkan ke daerah Medan Area sebanyak 72 ekor kerbau.

3. Alat komunikasi Radio Rimba Raya

Salah satu modal perjuangan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan yakni alat komunikasi, yaitu Radio Rimba Raya. Sejak masa awal perang kemerdekaan pada tahun 1946, daerah Aceh telah memiliki sebuah pemancar radio yang ditempatkan di Kutaraja.

Dalam perkembangan selanjutnya tahun1947, ditambah sebuah pemancar lagi yang ditempatkan di Aceh Tengah dan dikenal dengan nama Radio Rimba Raya.

Kedua pemancar ini telah memegang peranan cukup besar pada masa perang kemerdekaan sehingga sarana ini dapat dikatakan modal perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya.

Mengenai Radio Republik Indonesia Kutaraja ini pertama kali mengumandang di udara pada tanggal 11 Mei 1947 dengan kekuatan 25 watt melalui gelombang 68 meter. Jangkauan siarannya hanya sekitar Kutaraja.

Namun dalam perkembangannya tahun 1947 radio ini berhasil dikembangkan menjadi 100 watt yang jangkauan siarannya sampai ke kota Medan dan Bukittinggi.

Selanjutnya pada April 1948 radio ini di kembangkan lagi hingga menjadi 325 watt dan mengudara melalui gelombang 33,5 meter dan penyiarannya sudah dapat ditangkap hingga luar negeri.

Ketika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bersidang membicarakan masalah pertikaian antara Republik Indonesia dengan Belanda, Radio Republik Indonesia Kuta Raja ini berulang-ulang mengadakan siaran dengan menyiarkan hasrat/keinginan dan tekad bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: