Sampah Masyarakat Banda Aceh 230 Ton Sehari, Penggunaan Plastik Dikurangi

Antara · Jumat, 11 Juni 2021 - 16:55:00 WIB
Sampah Masyarakat Banda Aceh 230 Ton Sehari, Penggunaan Plastik Dikurangi
Ilustrasi - Pemulung mengumpulkan barang bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) , Kampung Jawa, Banda Aceh. Foto: Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh mencatat produksi sampah dari masyarakat dalam sehari mencapai 230 ton. Pemerintah Kota (Pemkot)  Banda Aceh mulai melakukan pengurangan sampah plastik.

Menurut Kasi Teknologi Pengelolaan Sampah DLH3K Banda Aceh, Rosdiana, sampah di Aceh terhitung hingga April 2021 mencapai 28.535 ton atau 237 ton per hari. Terdapat 4.759 ton (16.68 persen) sampah plastik, serta 4.736 ton yang didaur ulang.

"Penyumbang sampah tertinggi selama 2021 ini pada saat bulan Ramadan, karena banyak orang yang berjualan," ujar Rosdiana, Jumat (11/6/2021).

Pemkot Banda Aceh mulai melarang pelaku usaha untuk menggunakan kantong plastik saat melayani konsumen yang belanja pada setiap Senin. Kebijakan ini dilakukan untuk membatasi penggunaan kantong plastik di supermarket, swalayan dan mal.

“Kami mengimbau warga Banda Aceh, mari beralih dengan memakai tas belanja sendiri, dan setop penggunaan kantong plastik,” ujar Rosdiana.

Larangan pemakaian kantong plastik setiap Senin itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Banda Aceh nomor 111 tahun 2020 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai supermarket, swalayah dan mal. Pemkot meminta pelaku usaha membebani biaya kepada konsumen untuk mengurangi beban pemkot terhadap produksi sampah-sampah plastik yang sangat besar dan sulit terurai.

“Jadi bagi konsumen yang tidak membawa tas belanja sendiri saat belanja maka akan dikenakan biaya Rp500 per satu kantong plastik,” katanya. 

Editor : Erwin Sihombing