Bayi Gajah Dievakuasi setelah Berhari-Hari Terjebak dalam Kubangan Lumpur di Pidie Aceh

Antara · Sabtu, 13 Februari 2021 - 17:04:00 WIB
Bayi Gajah Dievakuasi setelah Berhari-Hari Terjebak dalam Kubangan Lumpur di Pidie Aceh
Ilustrasi. Tim BKSDA Aceh mengevakuasi anak gajah yang terjebak dalam lumpur dan terkena jerat di hutan kawasan pedalaman Aceh Timur, Selasa (18/6/2019). (Foto: Antara)

BANDA ACEH, iNews.id - Seekor bayi gajah sumatra atau Elephas maximus sumatranus terjebak berhari-hari dalam kubangan lumpur di  di Desa Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Gajah itu akhirnya dikeluarkan warga dari kubangan dan hingga kini masih kritis.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengatakan, petugas BKSDA Aceh bekerja sama dengan mitra mengevakuasi bayi gajah itu setelah masyarakat mengeluarkannya dari kubangan lumpur. 

"Bayi gajah tersebut diperkirakan terjebak di kubangan lumpur sudah berhari-hari. Masyarakat kemudian berhasil mengeluarkannya dari kubangan dan selanjutnya menginformasikannya kepada kami," kata Agus Arianto di Banda Aceh, Sabtu (13/2/2021).

Dari informasi masyarakat tersebut, BKSDA menurunkan tim terdiri atas dokter hewan, Pusat Kajian Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Aceh Besar.

"Kondisi bayi gajah saat penanganan tim sangat lemah dan kritis. Bayi gajah tersebut berkelamin betina dan usia diperkirakan sekitar tiga minggu. Beratnya kurang lebih 85 kilogram," kata Agus Arianto.

Selanjutnya bayi gajah tersebut dievakuasi ke PKG Saree untuk penanganan medis lebih lanjut. Sebab, berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, kondisi bayi gajah tersebut lemah dan kritis.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut termasuk rontgen, kata Agus Arianto, diketahui kaki kiri depan bayi gajah mengalami dislokasi. Sementara kedua kaki belakang mengalami paralisa atau kelumpuhan, sehingga bayi gajah tersebut tidak bisa berdiri.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2