Pengelolaan Blok B, Bukti Kedaulatan di Tangan Rakyat Aceh

Anindita Trinoviana ยท Jumat, 27 Mei 2022 - 15:01:00 WIB
Pengelolaan Blok B, Bukti Kedaulatan di Tangan Rakyat Aceh
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengahdiri Kenduri Syukuran satu tahun Alih Kelola Wilayah Kerja B, di halaman kantor Perta Arun Gas, Lhokseumawe (26/5/2022). (Foto: Dok Pemprov Aceh)

Dia berharap, operasional Blok B di bawah PGE bisa semakin berkembang dan dapat ditemukannya cadangan-cadangan migas baru, sehingga kejayaan masa lalu Blok B yang pernah menjadi salah satu Blok Migas terbesar di Asia bisa terulang kembali.

"Dengan kebersamaan dan kekompakan yang sudah terjalin selama ini, perjuangan seberat apa pun akan terasa ringan dan mudah kita lewati. Saya ingatkan kejayaan tidak ada artinya kalau tidak terasa hingga ke akar rumput," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh Teuku Mohammad Faisal menyampaikan, terima kasih kepada semua pihak yang bersinergi dengan baik dalam proses alih proses alih kelola wilayah kerja “B” dari 2018 hingga Mei 2021.

"Terutama bapak Gubernur Aceh dan tim alih kelola Blok B yang telah melakukan kerjanya sehingga tuntas perpanjangan pengelolaan blok B kepada kontraktor existing selanjutnya," katanya.

Faisal mengatakan, alih kelola Blok B ini merupakan catatan positif bagi BPMA dalam melakukan fungsinya, dalam pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerjasama kegiatan usaha hulu.

Hal ini bertujuan agar pengambilan sumber daya alam, minyak dan gas bumi milik negara yang berada di wilayah kewenangan Aceh baik itu di darat maupun laut, dapat memberikan manfaat serta penerimaan yang maksimal bagi Aceh dengan tujuan utama untuk kemakmuran rakyat.

"Tentunya menandai satu tahun alih kelola wilayah kerja B ini, banyak sekali tantangan dan pengalaman baru yang kita dapatkan dalam pengelolaan bersama sumber daya minyak dan gas bumi di Aceh," ujarnya.

Namun demikian, dia mengaku sangat bangga dengan kinerja PT Pema Global Energi. Pasalnya, dalam waktu satu tahun telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, yakni berhasil mempertahankan produksi setelah alih kelola, hingga saat ini masih dapat mempertahankan produksi sesuai target. 

Lebih lanjut, kerja keras ini akan menjadi kewajiban dan tantangan ke depan bagi PT PGA agar konsisten melaksanakan komitmen kerja eksplorasi untuk menemukan cadangan baru, sehingga dapat mengganti cadangan terproduksi saat ini yang akan kian menurun. Pasalnya, lapangan Arun adalah mature field (sisa cadangan).

"Kami sampaikan bahwa hasil dari pengelolaan wilayah kerja “b” ini akan memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung bagi pembangunan Aceh yakni berupa dividen kepada pemerintah Aceh dan juga efek domino dalam pengelolaan usaha hulu migas di wilayah kerja B," tuturnya.

Selain itu, Kepala BPMA juga mengingatkan PT PAG untuk memperhatikan tiga poin utama dalam mengelola WK B. Pertama, Road to zero accident, sebagai upaya untuk mencapai nihil kecelakaan, khususnya di kegiatan usaha hilir migas.

Road to zero accident merupakan upaya pemerintah dan pemegang izin usaha migas, untuk mencapai kegiatan usaha hilir migas yang aman, andal, dan akrab lingkungan. Tidak ada unplaned shutdown pada instalasi, fatality pada pekerja dan masyarakat serta pencemaran lingkungan atau singkatnya, nihil kecelakaan. 

Kedua, mensukseskan tercapainya target pemerintah yakni target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (BPH) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BCFD) pada 2030 mendatang.

Ketiga, perkuat tekad untuk selalu berkreasi, berkarya, serta bangkit dan tangguh untuk menjaga perjuangan bersama, demi pencapaian visi hulu migas di Indonesia menuju 1 juta barel dengan masif agresif dan efisien.

(CM)

Editor : Anindita Trinoviana

Follow Berita iNewsAceh di Google News

Bagikan Artikel: